Cara Menjalankan Theory of Change Melalui Suatu Program

Date:

Cara menjalankan theory of change suatu perubahan dengan cara mengidentifikasi, memetakan pra kondisi dan prasyarat dalam mencapai tujuan, mengidentifikasi asumsi dasar mengenai konteks yang akan diubah menjadi suatu program, mengidentifikasi intervensi yang akan dilakukan agar mencapai tujuan jangka panjang, mengembangkan sejumlah indikator untuk mengukur hasil kinerja program yang dijalankan, dan menuliskan narasi untuk menjelaskan logika program itu.

Aksiografi.com – Banyak perubahan terjadi namun kita belum tentu memahami bagaimana perubahan itu terjadi atau berjalan. Atau kita menjalankan suatu program yang akan membawa suatu perubahan namun kita belum ketahuai sampai di mana program itu berjalan akan membawa perubahan yang dimaksudkan.

Dalam menilai suatu program dengan melihat bagaimana perubahan itu berjalan maka kita dapat menggunakan Teori Perubahan (Theory of Change). Theory of Change (ToC) adalah eksplorasi sistematis yang menjelaskan secara komprehensif tentang bagaimana sebuah perubahan yang diinginkan terjadi atas suatu kondisi tertentu.

Theory ini mengbubungkan antara aktivitas, hasil, dan konteks sehingga sangat bermanfaat dalam menyusun tujuan, rencana strategis, dan evaluasi program dengan tiga elemen yaitu masalah, solusi, dan perubahan yang diinginkan.

Dalam melakukan rencana perubahan dengan menggunakan ToC melalui sebuah program maka mulailah dengan suatu pertanyaan besar, “Apa Tujuan Jangka Panjang (perubahan yang diinginkan) program itu?” yang diikuti dengan pertanyaan berikutnya “kondisi seperti apa yang sebaiknya terjadi sehingga tujuan jangka panjang program tercapai?”

Secara umum, Theory of Change memiliki fitu yang berfungsi sebagai berikut:

1. Memberikan gambaran besar (Big Picture) terkait masalah-masalah yang berkaitan dengan lingkungan atau situasi diluar kontrol.

2.  Menunjukkan banyak jalan dan upaya yang berbeda dalam menuju perubahan, meskipun jika jalan itu sama sekali tidak berkaitan dengan program.

3. Mendiskripsikan bagaimana dan mengapa perubahan itu akan terjadi.

4. Dapat digunakan untuk melengkapi kalaima “Jika kita melakukan A maka B akan berubah karena …”

5. Disajikan dalam diagram dengan teks naratif

6. Bentuk diagram fleksibel sesuai kebutuhan termasuk proses berulang (cyclical processes), lingkaran timbal balik (feedback loop), satu kotak dapat mengarahkan ke sejumlah kotak lain, dan sebagainya.

7. Mendeskripsikan apa yang kita pikirkan dalam satu kotak bisa mengarahkan ke kotak lain (misalnya meningkatkan pendapatan akan mengubah perilaku, di mana ini bisa saja asumsi atau fakta).

8. ToC ini merupakan alat utama yang digunakan dalam menyusun desain dan evaluasi program.

Apa manfaat menggunakan tools (alat) dalam mendesain dan mengevaluasi program, berikut manfaatnya, yaitu:

1. Adanya hipotesis yang jelas dan dapat diuji bagaiman perubahan akan terjadi yang tidak hanya memungkinkan kita bertanggungjawab atas hasil, tetapi juga membuat hasil lebih kredibel karena diprediksi akan terjadi dengan cara tettentu.

2. Adanya suatu representasi visual dari perubahan yang ingin dicpai  dan bagaimana kita mengharapkannya terjadi.

3. Adanya cetak biru untuk bahan evaluasi dengan indikator yang terukur dan keberhasilannya yang teridentifikasi.

4. Dapat membuat kesepakatan di antara para pemangku kepentingan tentang apa yang menentukan kesuksesan dan apa yang diperlukan untuk sampai ke sana.

5. Sebagai alat komunikasi yang powerfull dalam mengurai kompleksitas suatu program.

Dengan menggunakan tool Theory of Change yang dibuat maka kita dapat menggunakannya sebagai berikut:

1. sebagai kerangka kerja untuk memeriksa milestones dan jalur (track)

2. Mendokumentasikan pembelajaran berharga tentang apa yang sebenarnya terhadi

3. Agar proses implementasi dan evaluasi tetap transparan, sehingga semua orang tahu apa yang terjadi dan mengapa terjadi,

4. Sebagai dasar untuk membuat laporan pada penyandang dana, pembuat kebijakan, dan dewan (dalam organisasi).

Jika suatu organisasi membutuhkan informasi yang detail, maka dapat dibuatkan tabel dalam merangkum komponen utama yang disarankan bersasarkan literatir dalam membuat ToC yang komprehensif. Pertama-tama kita melakukan identifikasi ‘mengapa, apa, siapa, kapan, dan bagaimana’ dengan menghubungkan semua elemen dengan intervensi yang lebih besar dapat menjadi cara yang berguna untuk lebih memahami proses perubahan.

Summary StatementSatu kalimat yang mendeskripsikan keterkaitan antara intervensi proses perubahan dan ‘ultimate goal’, yang seringkali menggunakan pernyataan berikut: “Jika dilakaukan X maka terjadi Y karena ….
Problem StatementIdentifikasi masalah dan memeriksa akar masalah
Change processSetelah masalah teridentifikasi beserta akarnya, lalu lakukan identifikasi tujuan yang ingin dicapai dan bagaimana kesuksesan akan diidentifikasi.
Change MakersIdentifikasi milestone, indikator atau alat lain untuk menilai / mengukur tingkat perubahan.
Meta-TheoryDefinisikan teori dasar yang membenarkan proses perubahan yang dipilih
InputsTindakan yang dimaksudkan untuk mengkatalisasi proses perubahan dan kerangka wakty yang sesuai untuk perubahan tersebut.
ActionsIdentifikasi aktor dalam proses perubahan, tentukan peran dan hubungan mereka: Pengguna akhir (End-User) Penerima manfaat yang dituju (intended beneficiaries)Aktor Pelaksana (Implementing actor)SpoilerPemangku kepentingan eksternal
Domains of ChangeJika dapat diterapkan, identifikasi alur atau bidang tematik yang harus diatasi untuk mencapai perubahan, yang berpotensi diartikulasikan sebagai sub-teori.
Internal RisksIdentifikasi dampak potensial dari program yang dapat merusak keberhasilannya
AssumptionsIdentifikasi keyakinan, nilai, dan elemen yang tidak dipertanyakan untuk setiap langkah proses perubahan
External RisksIdentifikasi risiko eksternal pada program dengan potensi untuk merusak keberhasilannya dan garis besar rencanannya untuk mengatasinya
Obstacles to SuccessIdentifikasi hambata yang mungkin mengancam proses perubahan dan garsi besar rencana untuk mengatasinya
Knock-on EffectIdentifikasi konsekuensi potensial yang tidak diinginkan dan program, baik positif maupun negatif.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Subscribe

Popular

More like this
Related

Menerawang Perjalanan World Day of International Justice Menuju Keadilan Global

Sebuah Refleksi Penuh Tantangan Terhadap Impunitas dan Perjuangan Keadilan...

Membangun Landasan Perbankan yang Kuat: Dari Nasionalisasi hingga Transformasi Bank Indonesia

aksiografi.com – Sejarah perbankan Indonesia mencatat peristiwa penting dengan...

Sejarah Terbentuknya Bank Indonesia: Dari Kolonialisme Menuju Kedaulatan Ekonomi

Pelajari sejarah terbentuknya Bank Indonesia, dari Yayasan Bank Indonesia...

Hari Jurnalis Olahraga Sedunia: Melintasi Garis Waktu Bersama Para Pemangku Cerita

aksiografi.com – Dalam gemuruh sorak-sorai penonton dan teriakan penuh...