Cara Membuat Ramuan Pengusir Keong Emas

Date:

Cara membuat ramuan pengusir keong emas dari tanaman akar tuba, daun sambung nyawa dan kemalakian sangatlah muda. Ketiga tumbuhan ini memiliki khasiat yang dapat mengusir keong emas.

aksiografi.com – Tumbuhan tuba memiliki khasiat farmakologi, mampu mengobati beberapa penyakit. Namun tulisan ini khusus membahas manfaat tuba dalam dunia pertanian. Berdasarkan pengalaman masyarakat pedesaan, tumbuhan tuba sering berguna sebagai bahan meracuni ikan di sungai atau di rawa-rawa atau danau.

Tulisan ini akan mengulas cara meramu kemalakian menjadi insektisida alami yang dapat mengusir keong emas. Keong emas menjasi hama utama tanaman padi sejak adanya revolusi hijau. Keong emas memartu jaringan tanaman dan memakannya. Satu ekor keong emas dapat menghabiskan satu rumpun padi dalam waktu 15 menit.

Ia dapat berkembang biak secara cepat dan mampu bertahan pada suhu 26 derajat celsius hingga 34 derajat celsius. Hama ini memang sangat sulit terkendali jika tidak dilakukan secara komprehensif dan bekerjasama dengan para petani dalam satu kawasan.

Cara Membuat Ramuan Insektisida

Insektisida nabati dapat diperoleh dari beberapa tanaman, yaitu: petama, tanaman tuba (Derris eliptica bth). Akar tuba mengandung retonen 0,3 – 12 persen. Retonen ini mengandung racun pertu dan kontak. Kedua, daun sambung. Daun ini mengandung borneol, sineol, linonen dan dimethil eter floroasefenon. Ketiga, kamalakian (Euphorbiaceae). Tanaman ini mengandung protein racun krotin dan krotonosoid, globulin, dan albumin sera enzin tripsin dan lipase.

cara membuat ramuan dari akar tuba
Foto: Akar tuba. Masyarakat nusantara sejak dahulu sudang menggunakan akar tuba untuk menangkap ikan di sungai.

Cara membuat ramuan ekstrak ketiga tanaman ini masing-masing ditumbuk halus secara terpisah. Sawah seluas satu hektar maka banyaknya masing-masing tanaman yang akan dikumpulkan adalah 1/2 kilogram.

Ambil akar tuba segar sebanyak 1/2 kg. Tumbuh halus dengan mencampur sedikit air. Setelah halus maka tambahkan air sebanyak satu liter lalu aduk secara merata. Tambahkan 0,1 persen deterjen cair.

Ambil daun sambung sebanyak 1/2 kg. Sama dengan akar tuba, tumbuk halus, lalu tambahkan air sebanyak satu liter dan aduk hingga merata. Tambahkan 0,1 persen deterjen cair.

Foto: Daun sambung atau Gynura procumbens merupakan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini juga dikenal masyarakat nusantara sebagai obat mujarab.

Begitu juga dengan tumbuhan kamalakian. Ambil sebanyak satu helai lalu haluskan dengan cara menumbuk. Campur air sebanyak satu liter, aduk hingga merata. Tambahkan 0,1 persen sabun deterjen cair.

Foto: Kemalakian adalah tumbuhan suku jarak-jarakan (Euphorbiaceae) berasal dari Afrika Tropik. Keseluruhan tanaman ini juga memiliki efek farmakologi, dapat menyembuhkan penyakit.

Setelah ketiga ramuan telah dihaluskan, maka satukan dalam wadah. Aduk sampai merata. Lalu tutup rapat dengan menggunakan plastik. Simpan beberapa jam hingga larutan benar-benar sempurna. Catatan: upayakan menggunakan masker.

Takaran larutan ekstrak ramuan ini yaitu 200 militer untuk campuran air sebanyak 5 liter. Jangan berlebihan atau kurang dari itu. Gunakan sekali seminggu. Jika keong emas sudah berkurang maka kurangi penggunaan larutan ekstrak ini. Kita sudah mengurai cara membuat ramuan pengusir keong emas dan postingan lain juga akan mengulas ramuan insektisida untuk hama jenis lain. Ikuti terus ulasan aksiografi.com di kategori Sekolah Alam.

Selamat mencoba.

Subscribe

Popular

More like this
Related

Membangun Landasan Perbankan yang Kuat: Dari Nasionalisasi hingga Transformasi Bank Indonesia

aksiografi.com – Sejarah perbankan Indonesia mencatat peristiwa penting dengan...

Sejarah Terbentuknya Bank Indonesia: Dari Kolonialisme Menuju Kedaulatan Ekonomi

Pelajari sejarah terbentuknya Bank Indonesia, dari Yayasan Bank Indonesia...

Hari Jurnalis Olahraga Sedunia: Melintasi Garis Waktu Bersama Para Pemangku Cerita

aksiografi.com – Dalam gemuruh sorak-sorai penonton dan teriakan penuh...

Hari Kelautan Nasional 2024: Menelusuri Keajaiban dan Tantangan Laut Indonesia

Merayakan Hari Kelautan Nasional 2024, kita menelusuri keajaiban dan...