Aksi Ulama Menyikapi Kecurangan Pemilu

Aksi Ulama menyikapi kecurangan Pemilu 2019 dengan menggelar Ijtima Ulama Jilid III. Aksi itu dilakukan Maklumat Mekah disampaikan Habib Muhammad Rizieq Syihab Lc, MA. DPMSS pada Sabtu, 27 April 2019.

aksiografi.com – Setelah empat hari Maklumat Mekah disampaikan Habib Muhammad Rizieq Syihab Lc, MA. DPMSS pada Sabtu, 27 April di Mekah pada Ulama dan Tokoh Agama se-Nasional menggelar Ijtima Ulama Ketiga di Bogor hari ini, Rabu (01/05/2019).

Agenda Ijtima dilakukan melalui sesi diskusi dengan lima keputusan penting sebagai berikut:

Pertama, Ijtima Ulama menyimpulkan bahwa terlah terjadi kecurangan bersifat terstruktur, sistematis, dan massif dalam proses penyelenggaraan pemilu 2019.

Kedua, mendorong dan meminta kepada Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi untuk mengajukan keberatan melalui mekanisme legal, prosedural tentang terjadinya berbagai kecurangan dalam proses pemilihan presiden 2019.

Ketiga, mendesak Bawaslu dan KPU untuk memutuskan membatalkan, atau mendiskualifikasi Paslon Capres-Cawapres 01, Jokowi-Ma’ruf.

Keempat, mengajak umat dan seluruh anak bangsa untuk mengawal dan mendampingi perjuangan penegakan hukum secara syari dan legal konstitusional dalam melawan kecurangan.

Kelima, bahwa memutuskan melawan kecurangan kejahatan serta ketidakadilan adalah bentuk amal maruf nahi munkar, konstitusional dan sah secara hukum dengan menjaga keutuhan negara Kesatuan Republik Indonesia dan Kedaulatan Rakyat.

Terkait desakan diskualifikasi paslon 01 muncul karena mereka menilai paslon 01 melakukan tindakan curang dan jahat dalam proses Pilpres 2019.

“Perjuangan diskualifikasi atau pembatalan paslon 01 yang ikut melakukan kecurangan dan kejahatan di Pilpres 2019,” ujar Yusuf Martak, Ketua GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa). Untuk itu, ulama meminta Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga untuk mengambil mekanisme legal dan prosedural terkait kecurangan yang mereka klaim terstruktur dan masif tersebut.

Tiga putusan hasil Ijtima Ulama III dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Pimpinan BPN sementara Sandiaga Uno menghadiri rangkaian acara di Padang.