Rabu, Juni 16, 2021

YLBHI Beberkan Dugaan Pelanggaran HAM

Must Read

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) beberkan temuan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) saat peristiwa kericuhan di Aksi 21-22 Mei 2019.

aksiografi.com – Berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta pada persitiwa aksi 21-22 Mei. Hasilnya telah ditemukan jumlah korban meninggal dalam aksi 22 Mei sebanyak 8 orang per Kamis (23/05/2019) pukul 11.00 WIB. Sementara kepolisian mengatakan korban jiwa berjumlah 7 orang, dan korban luka-luka sebanyak 730 orang.

Peristiwa itu membuat YLBI bersama KontraS, LBH Jakarta, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lakataru Foundation, Amnesty dan LBH Pers melakukan pemantauan terhadap peristiwa itu. Hasilnya ditemukan berbagai temuan, seperti yang dikutip dalam siaran persnya, yaitu:

  1. temuan akan pecahnya insiden; 
  2. temuan akan korban dalam insiden;
  3. temuan penyebab dari insiden;
  4. temuan pencarian dalang;
  5. temuan desakan untuk tim investigasi internal kepolisian;
  6. temuan indikasi kesalahan penanganan demonstrasi;
  7. temuan penutupan akses tentang korban oleh rumah sakit;
  8. temuan akan penyiksaan, perlakuan keji, tidak manusiawi dan merendahkan martabat;
  9. temuan hambatan informasi untuk keluarga yang ditahan;
  10. temuan salah tangkap aparat di lapangan;
  11. temuan kekerasan terhadap tim medis;
  12. temuan hambatan meliput kepada jurnalis: kekerasan, persekusi, perampasan alat kerja, perusakan barang pribadi;
  13. temuan penghalangan akses untuk advokat pada orang yang ditangkap; dan
  14. temuan pembatasan komunikasi media sosial.
Baca Juga:   Aksi Nitizen Meragukan Hitung Cepat Pilpres

Hasil 14 pemantauan itu YLBHI menemukan adanya indikasi pelanggaran HAM dan penyimpanan dari hukum dan prosedur yang ada. Meskipun sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan pihaknya sudah menerapkan prosedur yang sesuai saat melakukan penindakan kericuhan 22 Mei. Pendekatan mulai dari persuasif hingga represif.

Baca Juga:   Aksi Polisi Gagalkan Penyelundupan Narkoba

Namun YLBIH berdasarkan dari temuan di atas, Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati memaparkan dua kesimpulan, yaitu:

“Pertama, terindikasi adanya pelanggaran HAM, dengan korban dari berbagai kalangan yaitu tim medis, jurnalis, penduduk setempat, peserta aksi dan dari berbagai usia,” kata Asfinawati dalam konferensi persnya, di Kantor YLBHI, Jakarta, pada Minggu (26/05/2019) sebagaimana dilansir oleh teropongsenayan.com

“Kedua, terjadi penyimpangan dari hukum, dan prosedur yang ada. Diantaranya KUHAP, konvensi anti penyiksaan/CAT, konveksi hak anak/CRC, perkap 1/2009, perkap 9/2008, perkap 16/2006 tentang penggunaan kekuatan, perkap 8/2010, perkap 8/2009,” imbuhnya.

“Ini merupakan keprihatinan mendalam kami, dan ini hanya temuan awal fakta pelanggaran HAM, setidaknya ada 14 hal kami temukan,” ujar perwakilan YLBHI, Muhammad Isnur di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/5/2019).

Temuan ini, lanjut Isnur, akan diteruskan kepada lembaga yang lebih berwenang seperti Komnas HAM, Ombudsman, Kompolnas, dan Komisi III DPR RI untuk mengevaluasi kinerja aparat penegak hukum dalam aksi 21-22 Mei 2019. Sebagaimana dilansir Liputan6.com pada Minggu (26/05/2019).

Baca Juga:   Bank Indonesia Diperingati Setiap 5 Juli

Atas insiden itu, YLBHI bersama dengan KontraS, LBH Jakarta, AJI, Lokataru Foundation, Amnesty dan LBH Pers mendesak pihak terkait, di antaranya yakni:

1. Lembaga oversight kepolisian seperti Komnas HAM, Ombudsman, Kompolnas, dan Komisi III DPR RI untuk segera melakukan evaluasi kinerja Polri dalam aksi 12-22 Mei, yang berpotensi adanya pelanggaran HAM;

2. Mendesak Polri untuk mengumumkan kepada publik, baik lembaga-lembaga oversight negara, jurnalis, atau masyarakat umum, secara rinci terkait laporan penggunaan kekuatan yang sudah sesuai prosedur tersebut, dengan mempublikasi formulir penggunaan kekuatan perlawanan kendali dan penggunaan kekuatan dalam tindakan;

Baca Juga:   Masyarakat Sulawesi Dapat Menyaksikan Super Blood Moon pukul 17.44.38 WITA

3. Penyidik Kepolisian RI harus segera mengirimkan surat tembusan pengetahuan penahanan, kepada masing-masing keluarga yang ditahan;

4. Rumah sakit harus memberikan informasi publik tentang jumlah orang yang dirawat dan meninggal; dan

5. Komnas HAM, Komnas Perempuan, Ombudsman dengan melibatkan masyatakat sipil perlu menyelidiki lebih lanjut, tentang insiden ini. Menemukan dalang dibalik peristiwa, guna mencegah keberulangan peristiwa dan impunitas di masa mendatang.

Setelah YLBHI beberkan temuan dugaan pelanggaran HAM maka laporan itu akan segera ditindaklanjut sesuai dengan prosedur dan aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest News

7 Tahapan Teknik Budidaya Kacang Panjang agar Hasil Melimpah

7 tahapan teknik budidaya kacang panjang agar menghasilkan buah yang melimpah. Caranya mulai dengan memperhatikan persyaratan tumbuh hingga pengelolaan pasca panen.
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img