Minggu, Juli 25, 2021

KAPABEL Mengadakan Pelatihan Pemetaan Berbasis Drone

Must Read

Pemetaan berbasis drone membutuhkan tiga keahlian yaitu keahlian fotografi, videografi, dan pengoperasian pesawat drone itu sendiri.

aksiografi.com – Konsorsium Adaptasi Perubahan Iklim dan Lingkungan (KAPABEL) menggelar pelatihan pemetaan berbasis drone pada Sabtu – Senin, 26 – 29 Desember 2020 di Hotel Gammara, Makassar.

Peserta pelatihan adalah tim Project Management Unit (PMU) Adaptation Fund bidang Diseminasi dan Pengelolaan Pengetahuan (Knowledge Management). Mereka bertugas melakukan diseminasi hasil pembelajaran program Adaptasi Masyarakat Ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Saddang di empat kabupaten: Toraja Utara, Tana Toraja, Enrekang, dan Pinrang.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan pemateri ahli dari tiga bidang yang berbeda yaitu: Ir. Naufal, S.Hut, M.Hut, IPM, instruktur teknik dasar pengoperasian drone, Failsafe dan Regulasi dalam menerbangkan UAV / Drone, Mulyawan Galib, S.Sn sebagai instruktur Penggunaan Drone Untuk Foto dan Videografi, dan Andang Suryana Soma, S.Hut, MP, PhD, instruktur Pemetaan dan Teknik Pengolaan Data.

Program KAPABEL juga konsen pada proses diseminasi dan pengelolaan pengetahuan guna menemukan, menangkap, dan juga menyebarkan pengetahuan-pengetahuan dan pembelajaran untuk mendorong praktik-praktik adaptasi perubahan iklim.

foto pelatihan diseminasi berbasis drone

Unmanned Aerial vehicle (UAV)/Drone adalah salah satu alat pengambilan gambar dan video dari atas. Drone saat ini tak lagi identik dengan dunia militer, dunia fotografi maupun videografi pun kini turut memanfaatkan drone sebagai media pengambilan obyek dari ketinggian. Beberapa gambar atau video seperti landscape dan view yang lebih luas dapat dengan detail menggunakan bantuan drone. Keberadaan drone memberikan keamanan bagi fotografer namun bisa juga mengancam keamanan orang lain. Karena itu pelatihan drone sangat penting bagi mereka yang ingin mengoperasikannya.

Pelatihan ini juga memberikan penguatan kapasitas PMU sebagai salah satu keluaran (output) program. Tujuan utama kegiatan ini adalah penguatan kapasitas pengoperasian drone untuk kebutuhan survey pemetaan kawasan dan program penyebaran pengetahuan.

Materi hari pertama menyajikan contoh kasus kelalaian atau kesalahan dalam pengoperasian drone sehingga berakibat fatal dan memberikan kerugian yang besar. Ini menegaskan bahwa pengoperasian drone tidak semudah yang dibayangkan, seperti menerbangkan pesawat remot kontrol mainan.

Aturan-aturan dasar baik berdasarkan standar internasional, maupun standar dalam negeri. Materi selanjutnya yaitu dasar-dasar mengoperasikan drone, peserta mengenali bagaimana cara mengaktifkan drone, mempelajari remote control, dan dasar mengoperasikan Ground Control System (GCS).

Baca Juga:   Tsunami Siap Menggulung Lombok

Kemudian peserta melakukan Simulasi dengan menggunakan Remote Control UAV/Drone dan Aplikasi DJI Flight Simulator di PC. Aplikasi ini hanya berjalan lancar pada PC atau Laptop dengan spesifikasi yang cukup tinggi, seperti RAM minimal 8 GB, storage dengan SSD NvMe, serta kartu grafis minimal NVIDIA GTX. Drone sebagai alat praktik pada pelatihan  ini yaitu Drone DJI Mavic 2 Pro. Materi selanjutnya yaitu mengenal jenis-jenis UAV/Drone untuk mengetahui jenis-jenis UAV apa saja yang ada, apa kegunaan atau peruntukannya, serta kelebihan dan kekurangannya.

foto menerbangkan drone

Kemudian peserta melakukan praktek menerbangkan drone pertamanya, dengan melakukan hover atau membuat drone tetap stabil, terbang dengan membuat pola O dan 8. Dari sembilan (9) Orang peserta ini terbagi menjadi 3 tim, sekaligus menyesuaikan dengan ketersediaan drone. Untuk satu orang yang menerbangkan drone, ternyata membutuhkan baterai 100% untuk melakukan hover, pola O, dan 8, sampai kembali ke titik awal (RTL/Return to Land atau RTH/Return to Home).

Baca Juga:   14 Agustus Hari Pramuka (Praja Muda Karana)

Materi Hari Kedua mengulas teknik Aerial Fotografi dan Videografi dengan penggunaan UAV / Drone. Mulyawan sebagai instruktur menjelaskan teknik penggunaan Drone Untuk Foto dan Videografi atau pengenalan dasar Aerial Fotografi dan Videografi.

Materi pengantar yaitu mempersiapkan sebelum menerbangkan drone, baik peralatan dan bahan, yaitu memperhatikan kondisi cuaca, kondisi angin, dan lain-lain. Salah satu persiapan adalah perencanaan seperti menentukan objek dan shotlist-nya (long shoot, medium shoot, atau close up/detail shoot, ataukah gabungan dari semuanya). Semua harus jelas sebelum terbang, jadi tidak ada waktu yang terbuang sia-sia hanya untuk mencari objek. Beberapa tips dan trik pada aerial shot, seperti kombinasi dua gerkaan “mundur” dan “naik”, mempertimbangkan penentuan framerate video, melakukan shoot hyperlapse, mengambil gambar pada “golden hour” (7-9 pagi dan 3-5 sore).

Instruktur memberikan trik-trik mendapatkan hasil foto dan video yang maksimal, seperti penggunaan jenis file dengan hasil berkualitas, memanfaatkan fitur-fitur dari aplikasi GCS drone, komposisi foto yang baik, manajemen waktu terbang, pengaturan eksposure foto (ISO, apperture, shutter speed), serta teknik panorama.

Baca Juga:   7 Jenis Philodendron yang Paling Digemari

Peserta juga mendapatkan materi tekinik melakukan aerial shot, atau teknik pengambilan gambar dan video dari udara, karena pengambilan gambar dan video dari udara tersebut ternyata tidak mudah, butuh keterampilah khusus. Beberapa tips yang ada seperti terbang dengan kecepatan rendah (lambat) dan stabil agar mendapatkan impresi video yang lebih sinematik.

Beberapa jenis teknik shot lainnya yaitu Group Shot dan Neighborhood View. Tips dan trik selanjutnya yaitu jika merekam, sebaiknya menggunakan gambar yang flat, agar memudahkan dalam post-processing atau editing video dan gambar.

Masing-masing peserta mendapatkan kesempatan untuk menerbangkan drone dan melakukan praktek pengambilan gambar serta video sesuai dengan materi yang telah dijelaskan sebelumnya. Setelah itu, peserta juga mengerjakan pasca-produksi foto dan video. Bagaimana melakukan editing foto menggunakan aplikasi Adobe Photoshop, dan menjahit video serta memasukkan elemen-elemen yang membuat video lebih bagus menggunakan aplikasi Adobe Premiere Pro.

Baca Juga:   Kelestarian Lingkungan dalam Spiritualitas Islam

Materi terakhir adalah pemetaan menggunakan drone. Andang Suryana menjelaskan kelebihan drone dalam melakukan pemetaan. Pemateri memperkenalkan prinsip pemetaan menggunakan drone, GCS, bagaimana memanfaatkan aplikasi Pix4D dan DJI GSPro untuk pemetaan berbasis auto-pilot (otomatis), serta hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemetaan menggunakan drone.

Hari terakhir peserta melakukan praktik pemetaan dengan menggunakan drone dalam pemetaan areal. Seluruh tim yang melakukan praktik telah berhasil mengambil beberapa spot berdasarkan misi terbang masin-masing, dan UAV/drone kembali dengan selamat/return to home (RTH).

Selanjutnya peserta mengolah gambar atau data. Pengolahan data menggunakan aplikasi Agisoft Metashape. Tidak sampai menghasilkan data orthomosaic saja, peserta juga mengolah data tersebut menjadi peta 2 dimensi dan menggambarkan kontur dari areal tersebut dengan menggunakan ArcGIS dan PCI Geomatica.

Aplikasi ArcGIS berguna untuk mengolah data dari drone menjadi peta 2 dimensi, sementara aplikasi PCI geomatica berfungsi mengonversi data yang sebelumnya 3 dimensi, menjadi 2 dimensi, agar bisa terlihat garis konturnya. Sesi terakhir peserta membuat layout peta, sehingga menjadi satu buah peta sebagai sumber informasi dari lokasi/areal yang dipetakan.

Pelatihan pemetaan spasial berbasis drone akan berlanjut dengan melakukan praktik lapangan di desa intervensi dampingan KAPABEL di empat kabupaten yaitu Toraja Utara, Tana Toraja, Enrekang, dan Pinrang.

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest News

7 Tahapan Teknik Budidaya Kacang Panjang agar Hasil Melimpah

7 tahapan teknik budidaya kacang panjang agar menghasilkan buah yang melimpah. Caranya mulai dengan memperhatikan persyaratan tumbuh hingga pengelolaan pasca panen.
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img