14 Agustus Hari Pramuka (Praja Muda Karana)

Must Read

14 Agustus Hari Pramuka (Praja Muda Karana) diperingati setiap tahun. Pada tanggal itu digelar Apel Besar Gerakan Pramuka dengan menghadirkan 10.000 anggota dari berbagai organisasi Kepanduan yang menyatu.

aksiografi.com – Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana yang berarti Jiwa Muda yang Suka Berkarya. Kata pramuka digunakan sebagai nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia. Sedangkan istilah dalam dunia internasional gerakan Kepanduan disebut Scouting atau Scout Movement yang diperkenalkan oleh Robert Baden-Powell.

Gerakan kepanduan di dunia dipelolpori oleh Robert Baden-Powell, guru besar Universitas Oxford. Sejak kecil ia telah diperkenalkan tentang kehidupan alam bebas seperti mendaki gunung, menjelajahi hutan, dan berkemah. Pengalaman masa kecilnya itu berbekas pada dirinya dan membentuk karakter kehidupannya. Pengalamannya itulah yang menginsipirasinya untuk mengajarkannya kepada generasi muda sejak keci.

Asal Kata Pramuka

Istilah ini pertama kali diungkapkan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dari kata ‘Poromuko’ yang berarti pasukan terdepan dalam suatu perang. Anak-anak muda yang memiliki ketangkasan dan keterampilan selalu menjadi pasukan terdepan dalam menghalau musuh dalam peperangan.

Sultan HB IX menjabat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pertama dan terpilih kembali selama 4 periode hingga tahun 1974. Selama menjabat ketua Gerakan Pramuka Nasional, ia berjasa mengangkat nama Indonesia di dunia Internasional melalui gerakan Pramuka.

Berkat istilah yang diungkapkan untuk nama organisasi Kepanduan ini dan jasa-jasanya pada organisasi Kepanduan in maka gelar Bapak Pramuka Indonesia disematkan kepada Sri Sultan HB.

Penetapan sebagai Hari Pramuka

Soekarno memiliki perhatian khusus pada Pramuka. Ia menyebut Pramuka sebagai “soko guru hari kemudian bangsa Indonesia”. Soekarno menyiapkan Markas Besar Pramuka di Jalan Medan Merdeka Timur 6, Jakarta, yang cukup megah. Bangunan itu dibuat khusus untuk kesekretariatan Pramuka dengan memindahkan gedung Lembaga Pembina Kesatuan bangsa, Gedung Departemen Agraria, dan beberapa rumah di jalan Pejambon. Soekarno diberi gelar Pramuka Agung.  

Melihat perkembangan organisasi kepanduan itu, pada tanggal 9 Maret 1961, Soekarno melahirkan konsep untuk menyatukan organisasi kepanduan itu dalam satu wadah organisasi di hadapan para tokoh dan pimpinan organisasi kepanduan. Hari itu disebut sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka.

Beberapa tokoh kepramukaan berkumpul di Yogyakarta dan membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia. Kepanitiaan itu terdiri dari Sri Sultan HB IX, dr. Prijono, Dr. Azis Saleh, dan Achmadi.

Dalam rumusan organisasi itu, Sri Sultan HB IX mengeluarkan nama untuk organisasi itu dari kata poromuko yang berarti pasukan terdepan dalam medan perang. Soekarno terinspirasi dari istilah yang pernah diungkapkan Sri Sultan HB, prpmuko. Soekarno yang gemar menggunakan singkatan, maka ia mengubah kata poromuko menjadi pramuka yang disingkat dari Praja Muda Karana.

Pada tahun itu juga, tepatnya 20 Mei, bertepatan denganHari Kebangkitan Nasional, Sukarno memaksa kelompok-kelompok kepanduan itu tergabung menjadi satu Organisasi Kepanduan Nasional, yang kemudian menggunakan istilah Pramuka (Praja Muda Karana).

Presiden mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 239 tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan organisasi itu sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia. Bagi  Pramuka, Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei, merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa itu disebut sebagai Hari Permulaan Tahun Kerja.

Sebulan kemudian tepatnya 30 Juli, para wakil organisasi kepanduan di Indonesia dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka di Istana Olahrga Senayan. Peristiwa itu dikenang senbagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka.

14 Agustus Hari Pramuka
Presiden Sukarno menyerahkan panji kehormatan pada Sri Sultan Hamengkubuwono IX selaku Wakil Ketua I dalam pelantikan Gerakan Pramuka di Jakarta pada 14 Agustus 1961. © Star Weekly

Pada 14 Agustus 1061 Presiden melantik anggota Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang terdiri Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.  Hari iut juga dilangsungkan defile Pramuka dengan tujuan memperkenalkan secara resmi Gerakan Pramuka Indonesia kepada masyarakat luas.

Apel Besar yang diikuti pawai pembangunan dan defile di depan Presiden  yang dihadiri sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka Indonesia. Peristiwa itu dikenang sebagai Hari Pramuka Indonesia yang terus diperingati setiap tahun.

- Advertisement -spot_img

Latest News

Pohon Tin adalah Pohon Tertua dalam Sejarah Kemanusiaan

Pohon tin adalah pohon tertua dalam sejarah kemanusiaan. Buah ini juga menjadi salah satu nama surah dalam Al-Quran dan dijadikan sumpah Allah
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img